Press "Enter" to skip to content

Sungguh Menyedihkan! Janda 4 Anak Ini Sudah 6 Tahun Tinggal di Kandang Kambing

Sebuah realita yang sangat menyedihkan di negeri kita. Isma Wanti, janda berusia 40 tahun tidak memiliki rumah hingga terpaksa tinggal di kandang kambing di kawasan Karang Sari, Kota Medan. Janda yang akrab disapa Isma ini, mengaku telah menempati kandang kambing selama enam tahun belakangan.

Ibu dari empat anak ini bercerita, awalnya, ia kerap diusir dari rumah kontrakan, karena tidak bisa membayar uang sewa. Ia pun kerap mencari kerja sampingan.

“Dulu nyewa, asik (sering) diusir orang yang punya kontrakan, karena gak bisa bayar. Pas cari lowongan kerja, ditawari jaga kandang kambing. Karena gak ada rumah, ditawari juga tinggal di sini,” ujarnya Senin (15/2/2016).

Dikatakannya, awalnya anak-anaknya merasa risih dengan bau busuk kambing. Akan tetapi, ia hanya bisa diam dan menahan tangis, tanpa mencoba menerangkan kondisi mereka.

Janda 4 Anak Ini 6 Tahun Tinggal di Kandang Kambing

“Enggak tahu mau ngomong apa, cuma sedih dan menjalani hidup aja,” ungkapnya.

Untuk kebutuhan sehari-hari, Isma bekerja di rumah-rumah tetangga yang membutuhkan jasanya.

Janda 4 Anak Ini 6 Tahun Tinggal di Kandang Kambing

“Kadang disuruh nyuci, disuruh gosok ya dikerjakan, kusuk orang juga. Metik cabai, ngupas bawang, bersihin taman, semua yang bisa dikerjakan. Ya, gak ada gaji bulanan. Sekali gosok bayar, kayak gitu,” terangnya.

Meski Tinggal di Kandang Kambing, Anak-anak Isma Tetap Bersekolah

Janda 4 Anak Ini 6 Tahun Tinggal di Kandang Kambing

Bagi Isma, hidup harus terus berjalan. Demi empat buah hati yang harus meneruskan cita-cita. Mereka rela tinggal di kandang kambing milik orang, ketika tidak ada tempat untuk bernaung. Begitupun, ia tidak mau terlihat lemah.

Isma bercerita, walaupun kondisinya seperti ini, ia tidak pernah mencoba untuk menjadi pengemis. Dikatakannya, pengalaman hidup membuat dia lebih tegar dan bisa menghadapi dengan ikhlas.

“Sudah terbiasa begini, jadi ya dijalani saja. Gak boleh nyerah juga,” katanya.

Walaupun dengan kondisi yang terbatas, Isma tetap menyekolahkan anak-anaknya. Baginya, pendidiikan sangat penting. Agar kelak anak-anaknya bisa hidup lebih senang dari sekarang ini.

Tidak dipungkirinya, untuk biaya sekolah, ia mendapat kedermawanan dari pemiliki sekolah Amal Saleh, Ibu Nur Aisyah.

“Sekarang yang sama saya ada dua, Adit dan Dini. Adit sekarang kelas 3 SD dan Dini kelas 5, di sekolah Amal Saleh, Jalan Cempaka. Tapi itu sekolahnya gratis, uang buku dan pakaian pun dikasi gratis,” katanya.

Isma Wanti, janda berusia 40 tahun bertempat tinggal di kandang kambing di kawasan Karang Sari, Kota Medan. Janda yang akrab disapa Isma ini, mengaku telah menempati kandang kambing selama enam tahun belakangan.

Tak Mengeluhkan Lenguhan Kambing Selama Enam Tahun, Isma Puji Kedermawanan Pemilik Kambing

Janda 4 Anak Ini 6 Tahun Tinggal di Kandang Kambing

Sungguh tak dinyana, Isma Wanti sanggup menjalani kehidupannya di kandang kambing, Karang Sari, Kota Medan. Janda berusia 40 tahun ini tak mengeluhkan kendati harus mendengar lenguhan kambing sepanjang enam tahun, di sela-sela tidurnya bersama buah hatinya saban malam.

Alih-alih mengeluh, Isma justru mengunggah syukur atas kebaikan hati Ponilin. Ponilin merupakan pemilik kandang kambing. Ponilin dianggapnya teramat dermawan sangat membantu perjalanan kehidupan Isma.
Tak sekadar memberi izin tumpangan di kandang kambing, Ponilin juga membiayai penggunaan arus listrik saban bulan. Begitu Isma menuturkan.

“Di sini tempat gratis. Lampu dan air ditanggung uwak (paman) yang punya kambing. Uwak Ponilin yang punya. Dia baik, gak sampai hati dia ngelihat kami, yang penting kami baik-baik saja. Kami bersihin kandang kambingnya,” kata Isma.

Setiap harinya, ia bekerja memberi makan kambing-kambing milik Ponilin. Ia juga membersihkan kandang kambing.

Di musim hujan, Isma harus bekerja lebih ekstra, sebab setiap kali hujan berhenti, Isma harus membersihkan kandang dan merapikan makanan kambing yang berantakan.

“Kalau musim hujan begini, ya begini kerjanya, harus sering-sering dibersihkan,” katanya semringah.

Dini, anak ketiga Isma, kerap membantu meringankan pekerjaan Ibunya. Begitu juga Adit, anak bungsu dari Isma.

“Anak-anak saya sering bantu juga. Apalagi kalau saya ada panggilan gosok (setrika) baju di rumah orang, mereka sangat tahu diri, bantu saya,” ucapnya, kali ini nada suaranya datar sembari menundukkan kepala.

Warga Bilang, Kepling Tak Peduli Isma Tinggal di Kandang Kambing

Janda 4 Anak Ini 6 Tahun Tinggal di Kandang Kambing

Warga di Jalan Pipa Utama, Fitriani mengatakan, meskipun kehidupan Isma, sangat memprihatinkan, sampai tinggal di kandang kambing, namun Kepala Lingkungan (Kepling) di daerah tersebut tidak pernah peduli dengan kehidupan Isma.

“Kasihan sekali. Makanya warga sini banyak yang bantu juga. Tapi, kalau Kepling di sini enggak pernah peduli. Ini Lingkungan VI Karang Sari, nama Keplingnya itu Tiwon. Tidak pernah peduli dia,” katanya, Senin (15/2/2016).

Dikatakannya, Kepling kerap hilir mudik ke kandang kambing. Tetapi, tidak pernah sekalipun turut membantu. Isma juga tidak pernah mendapatkan raskin dari kelurahan.

“Kepling di sini tahulah keberadaan Si Isma. Tapi memang enggak pernah dia peduli. Enggak ada bantuan, raskin saja tidak pernah dikasih. Dia sering kok lewat sini, tapi ya gitu. Diam aja,” terangnya.

Isma Wanti, janda berusia 40 tahun bertempat tinggal di kandangkambing di kawasan Karang Sari, Kota Medan. Perempuan yang akrab disapa Isma ini, mengaku telah menempati kandangkambing selama enam tahun belakangan.

Ibu dari empat anak ini bercerita, awalnya, ia kerap diusir dari rumah kontrakan karena tidak bisa membayar uang sewa. Ia pun sudah mencari kerja sampingan.

“Dulu nyewa. Asik diusir orang yang punya kontrakan karena enggak bisa bayar. Pas cari lowongan kerja, ditawari jaga kandang kambing. Karena enggak ada rumah, ditawari juga tinggal di sini,” katanya. (tribunnews)

UPDATE!! Isma Wanti telah Dipindahkan

Ketika Tribun Medan menyambangi kandang kambing, Isma dan anaknya tidak tampak. Perkakas di dalam rumah pun tampak sudah kosong, hanya tas dan tumpukan baju di dalam karung yang terlihat.

Warga di sekitar kandang kambing, Eka mengatakan, Isma telah dipaksa untuk meninggalkan kandang kambing tersebut. Eka mengatakan, Isma dipaksa untuk tidak lagi tinggal di kandang kambing.

“Udah pindah dia Bang, disuruh pindah sama kepling semalam, diusir dia,” ujarnya Selasa (16/2/2015).

Tampak juga, Kepala Lingkungan VI Kelurahan Sarirejo, Kecamatan Medan Polonia, Kliwon, Lurah Sarirejo, Sartono dan Camat Medan Polonia, Aidal di lapangan. Kliwon yang ditanyai wartawan di depan Lurah, Sartono dan tampak gugup menjawab pertanyaan.

isma-pindah-hh_20160217_135631

“Dia tidak enam tahun, baru setahunan ini. Ya KK (Kartu Keluarga) dan KTP nya pun gak ada,” katanya.

Tiba-tiba, Isma datang menghampiri kandang kambing. Ia mengatakan, Kepling menghampirinya jam enam sore kemarin dan menyuruh pindah dari tempat ia tinggal.

“Saya sudah enam tahunan berkeliaran di sini. Ini sudah diberitakan, saya disuruh pindah. Saya dibawa ke kantor lurah. Sementara diuruskan tempat tinggal katanya, kepling bilang gak layak saya di situ, saya ikut aja lah pak. Saya gak tahu mau buat apa,” katanya dengan menahan tangis.

Isma mengatakan, dirinya tidak terima dengan permintaan lurah dan camat yang mengatakan, anaknya akan dimasukkan ke panti asuhan.

“Itu orang dari kelurahan dan kecamatan, minta anak saya mau dimasukkan ke panti asuhan. Gak mau saya, jangan pisahkan saya dengan anak saya, kepling, lurah dan semua itu tadi bilang mau ke panti asuhan anak saya,” katanya.

Dikatakannya, dia bingung saat ini, ia merasa tak tahu mau berbuat apa. Sebab, segala sesuatunya diatur dan dia diminta untuk turut saja.

“Saya bingung jadinya, anak saya mau dimasukkan ke panti. Saya masih bisa kerja kok, walaupun pas-pasan. Saya gak ngerti, katanya di situ saya gak pantas. Disuruh pergi saya, ini disuruh angkat barang ke Jalan Perjuangan, Saya mau yang terbaik, saya gak mau lain,”ungkapnya.

 

isma-pindah-kk_20160217_135754

Sebelumnya, Zailun, perangkat dari kecamatan yang berdiri tepat di samping Camat meminta anak dari Isma dibawa ke panti asuhan.

“Udah, anak ibu kami bawa saja ke panti asuhan ya,” katanya.

Camat Medan Polonia, Aidal mengatakan, pihaknya memberikan rumah kontrakan bagi Isma, janda beranak empat yang tinggal di kandang kambing.

“Kemarin kami lagi sidang, ada pak Eldin juga, dapat info, kami sikapi, kami cek, Saya tanya satu satu. Ini kami upayakan, kami kontrakkan rumah di Jalan Perjuangan. Barang sudah diangkat anggota. Kami akan proses KTP, KK dan lainnya. Jadi nanti akan secara kemanusiaan akan kami biayai,” katanya.

Ia berjanji, akan terus memantau dan memperhatikan Isma. Bahkan, Aidal mengatakan pihaknya akan mencarikan pekerjaan buat Isma.

“Kami akan terus pantau, akan kami perhatikan untuk lanjutannya. Kami usahakan cari pekerjaan dia. Dia berpindah-pindah ini, saya dapat kabar tidak selama itu dia tinggal di sini, enggak pulak sampai enam tahun,” katanya.

isma-wanti-dhhf_20160217_135853

Ketika dikonfirmasi terkait pernyataan Isma mengenai anaknya yang hendak dimasukkan ke panti asuhan, Aidal menjelaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial.

“Saya menyimpulkan, tadi dari Dinsos juga sudah bicara, kalau dia telantar, anaknya mau dimasukkan ke panti asuhan. Secara prosedural harus ditangani pemerintah, harus ke panti,” ungkapnya.

Aidal mengatakan, pihaknya turut prihatin dengan kondisi yang dialami Isma. Ia mengatakan akan berbuat maksimal. Setelah mengontrakkan rumah untuk Isma, ia berjanji akan mencarikan kerja untuk Isma.

“Saya sedih, nanti kami bantu jugalah, saya tidak dapat kabar masalah raskin itu. Katanya gak dapat raskin ya? nanti kami beri juga raskinlah. Anaknya akan kami periksa juga, kalau kondisinya payah, akan dikasih obat,” terangnya.

Dijelaskannya, Isma tidak terpantau karena kabar dari warga, sebenarnya Isma berpindah-pindah dan tidak sampai enam tahun berada di kandang kambing.

“Kabarnya dia itu tidaklah enam tahun tinggal di sini. Tapi tetap kami prihatin melihat warga seperti itu,” katanya.

Sementara itu, saat ditemui Tribun, Kepala Lingkungan VI Kelurahan Sarirejo Medan Polonia, Kliwon membantah mengusir Isma dari kandang kambing. Dikatakannya, ia sudah koordinasi dengan lurah dan camat akan mengontrakkan rumah bagi Isma.

“Saya tidak ada mengusir, kami tidak begitu. Dia pun tidak enam tahun tinggal di sini. Baru satu tahun ini lah,” katanya.

Dikatakannya, ia sudah menyuruh Isma untuk mencari tempat lain, yang lebih layak.
Ketika ditanya terkait surat-surat dan raskin yang tidak diberi kepada Isma, Kliwon tampak gugup menjawab.

“Iya, ini mau dibuat KTP dan KKnya, karena katanya sudah hilang. Ini mau dibantulah,” jawabnya dengan terbata-bata.

Komentar

Komentar

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *