Press "Enter" to skip to content

Pelajaran dari kematian Julia Perez

Ratusan orang ikut mensalatkan mendiang Julia Perez. Proses salat jenazah dilaksanakan di Masjid Al Ikhlas. Masjid itu terletak tidak jauh dari rumah duka Raffles Hills Cibubur, Jakarta Timur, Sabtu (10/6).

Ratusan orang menyalatkan Julia Perez terdiri dari para sahabat, keluarga, serta warga yang merupakan tetangga mendiang.
Beberapa rekan selebriti juga ikut.

Saya tidak mengenal Julia Perez, juga bukan Fans nya. Hanya sesekali mendengar berita tentang nya. Saya tidak ingin membahas kekurangan nya, tapi saya melihat ada banyak hal positif yang rahimahullah lakukan semasa hidup nya.

Semua manusia memiliki masa lalu, dan semua manusia pasti pernah melalui masa terburuk dalam hidup nya, episode kehidupan manusia tak selalu baik. Tapi orang yang mau memperbaiki diri dan berubah menjadi lebih baik patut dihargai.

Apapun yang pernah ada dalam episode kehidupan rahimahullah Julia Perez adalah rencana Nya.

Kepulangan nya adalah bentuk kasih sayang Nya. Sakit yang diderita nya juga adalah jalan yang diberikan ALLAH untuk mengikis dosa dosa yang dimiliki nya semasa hidup. Dan kesabaran saat melalui semua itu juga cara ALLAH menyayangi nya.

Di balik duka karena kepergian nya, ada rasa syukur yang hadir. Alhamdulillah ALLAH menyudahi rasa sakit nya. Dengan begitu Julia Pereztak lagi menderita.

Biarlah hal hal baik saja yang kita kenang.  Tak perlu mengangkat lagi keburukan nya, karena ALLAH begitu sayang padanya. Diberi keimanan yang makin kuat di ujung hidupnya, diberi sakit sebagai penggugur dosa nya dan diakhiri hidupnya agar tak makin lama merasakan sakit.

Innalillahi wa Innailaihi raji’un
Sesungguhnya kita semua milik Nya dan akan kembali pada Nya.

Dan berita kematian Julia Perez seharusnya menjadi pengingat diri, bahwa semua dari kita akan kembali pada sang Pencipta. Hanya soal waktu…

Seorang guru saya berkata, “kematian nya bagi sebagian orang yang mau berfikir adalah sebuah peringatan. Beruntung dengan apa yang pernah dilakukannya semasa hidup lalu ALLAH memberi nya sakit untuk menggugurkan dosa, lantas bagaimana dengan kita yang masih bernafas ini….? Yang artinya masih memungkinkan menambah banyak dosa bila tak bisa mengambil pelajaran darinya.”

Selamat jalan Julia Perez
Julia Perez sudah berpulang, sudah selesai semua kisahnya di dunia. Semoga ALLAH mengampuni dan menerima amal dan ibadah nya semasa hidup dan memberi tempat terbaik disisiNya.


Usia memang rahasia sang pencipta,  seorang artis penyanyi meninggal dengan usia Yang masih tergolong muda 36 tahun dengan asbab penyakit kanker seviks, pembunuh wanita nomer 1 dunia…

Meminjam idiom “Life begin at forty”, artis ini bahkan belum memulai hidupnya… sesuatu Yang mempertegas “bahkan usia puncak produktivitas seseorang” saja belum memasukinya… usia Yang sangat singkat..

Saya teringat kisah Seorang ibu pada zaman nabi NUH AS, Yang bersedih menangisi kematian anaknya Yang meninggal, mengetahui hal itu nabi NUH AS Yang sedang berkunjung kerumah sang Ibu merasa heran dengan sikap sedih sang Ibu…

Kenapa sampai menangisi kematian anaknya?

Sang Ibu menjawab: “Anak Saya meninggal pada usia Yang sangat Muda sekali” belum merasakan hidup Yang selayaknya, belum cukup beribadah untuk bekal kehidupan sesudah mati….

Berapa usia Anak Yang meninggal tersebut? 60 tahun

Berapa usia sang Ibu? 350 tahun

Nabi NUH AS Sendiri ada riwayat Yang menyebut Kan usianya mencapai 950 tahun…

(QS. Al-Ankabut : 14))
Pada zaman nabi2 terdahulu, manusia hidup dengan rata2 usia Yang panjang, Usia 60 tahun adalah usia remaja(atau anak2?) melihat usia manusia pada waktu itu…

Mengetahui Hal tersebut nabi NUH AS menasihati sang Ibu: “Jangan bersedih dengan kematian Anak Ibu Yang masih sangat muda…Nanti disuatu masa di akhir zaman ada Suatu kaum nabi sesudahku, Yang usia harapan hidupnya rata2 60 tahun”

Siapa itu?

Kita Yang hidup dimasa sekarang

Kita telah ketinggalan dari ummat – ummat terdahulu dimana mereka diberi umur yang panjang sehingga kesempatan untuk melakukan ibadah juga lebih panjang, sebagaimana umur Nabi Nuh ‘alaihissalam yang disebutkan dalam firman Allah Subhanahu wata’ala:

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوْمِهِ فَلَبِثَ فِيهِمْ أَلْفَ سَنَةٍ إِلَّا خَمْسِينَ عَامًا فَأَخَذَهُمُ الطُّوفَانُ وَهُمْ ظَالِمُونَ

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun. Maka mereka ditimpa banjir besar, dan mereka adalah orang-orang yang zalim“. (QS. Al-Ankabut : 14).

Akan tetapi Allah SWT memberikan keberkahan kepada ummat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dengan diberikan umur yang singkat namun ada beberapa ibadah yang dapat melampaui ummat terdahulu yang diberikan umur yang panjang oleh Allah Subhanahu wata’ala, sebagaimana amal ibadah malam lailatur qadr Yang ada dibulan Ramadhan yang apabila kita mendapatkannya maka kita mengerjakan amalan sholeh sebanyak 1000 bulan yang seakan akan ibadah kita dengan ummat terdahulu hampir menyamai atau bahkan melewatinya meskipun diberikan umur yang panjang oleh Allah Subhanahu wata’ala.

Semoga kita tidak menyia2kan kesempatan untuk melakukan akselerasi ibadah agar bisa mengejar ketertinggalan dibanding umat2 terdahulu..

#PengingatDiri

Komentar

Komentar

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *