Press "Enter" to skip to content

Parah! 5 Jurnalis Senior Indonesia Ini Diam-Diam Ketemuan Dengan PM Israel

Padahal sebelumnya baru saja diadakan KTT Luar Biasa OKI pada tanggal 6-7 Maret, disitu Negara-negara anggota OKI sepakat untuk memberikan tekanan lebih lanjut kepada Israel. Kesepakatan ini dicapai dalam pertemuan puncak KTT luar biasa OKI Jakarta soal Palestina.

Nah ini tiba-tiba jurnalis senior Indonesia ke Israel. Hampir saja tidak ada yang tahu bahwa sejumlah jurnalis senior Indonesia telah berkunjung ke Israel dan bertemu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Namun, situs resmi Kementerian Luar Negeri Israel merilis pertemuan itu, Senin (28/3/2016).

“Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, siang ini (Senin, 28 Maret 2016), bertemu dengan delegasi jurnalis senior Indonesia yang mengunjungi Israel atas inisiatif – dan yang sedang diselenggarakan oleh – Kementerian Luar Negeri,” rilis situs yang beralamat di mfa.gov.il itu.

Netanyahu menegaskan bahwa saat ini telah tiba waktunya untuk membangun hubungan resmi Israel dan Indonesia.

“Waktunya telah tiba untuk hubungan resmi antara Indonesia dan Israel. Kami memiliki banyak kesempatan untuk bekerja sama di bidang air dan teknologi. Israel memiliki hubungan yang sangat baik dengan beberapa negara di Asia, khususnya China, Jepang, India dan Vietnam. Selain itu, Israel juga memperdalam hubungan dengan Afrika, Amerika Latin dan Rusia. hubungan dengan dunia Arab juga berubah,” kata Netanyahu.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa kerjasama Israel dengan negara-negara lain bertujuan memerangi Islam radikal.

“Memang, kami adalah sekutu dalam memerangi Islam radikal,” tandasnya.

Identitas jurnalis Indonesia yang Diam-diam ketemuan ama Perdana Menteri Israel terbongkar!!

Identitas para jurnalis dan media nasional yang bertemu Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu akhirnya terungkap.

Parah! 5 Jurnalis Senior Indonesia Ini Diam-Diam Ketemuan Ama PM Israel

Seperti dilansir Islamedia, nama-nama yang berhasil dikenali antara lain Abdul Rakhim (Jawa Pos), Tomi Aryanto (Tempo), James Luhulima (Kompas) dan Margareta (MetroTV).

Kunjungan mereka yang semula diam-diam akhirnya terbongkar setelah situs resmi Kementerian Luar Negeri Israel mfa.gov.il merilis pertemuan itu, Senin kemarin.

Kunjungan jurnalis Indonesia ke Israel itu menuai kecaman keras. Pasalnya, Israel dikenal sebagai penjajah Palestina dan tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengaku senang bertemu dengan 5 jurnalis senior Indonesia di kantornya. Kelima jurnalis itu ke Israel khusus bertemu dengan Netanyahu.

Seperti dilansir Jpost, Netanyahu mengatakan pertemuan itu untuk membangun diplomatik dengan Indonesia. Pertemuan berlangsung, Senin (28/3/2016) kemarin.

Kelima jurnalis itu menjadi tamu istimewa Israel selama sepekan. Mereka datang atas undangan Kementerian Luar Negeri Israel. Netanyahu menjelaskan, dengan jurnalis itu, Israel akan membangun kerjasama di bidang air dan teknologi.

DPR Kecam Kunjungan Wartawan Indonesia ke Israel

Parah! 5 Jurnalis Senior Indonesia Ini Diam-Diam Ketemuan Ama PM Israel

Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq mengecam kehadiran rombongan wartawan-wartawan senior Indonesia menemui Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Tel Aviv, Israel, pada Senin (28/3/2016).

“Kunjungan tersebut jelas sangat kontradiktif di tengah sikap Indonesia yang sejak awal menentang penjajahan Israel di Palestina dan mendukung kemerdekaan Palestina,” katanya di Jakarta, Selasa.

Dia mengingatkan, terlebih Presiden Joko Widodo dalam sidang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa Organisasi Kerja sama Islam (OKI) yang baru saja diselenggarakan di Jakarta, mempertegas sikap Indonesia menentang penjajahan Israel dan mendukung kemerdekaan Palestina.

Mahfudz mengaku tidak memahami apa agenda dari kunjungan para wartawan senior tersebut terlebih setelah Indonesia menjadi tuan rumah KTT Luar Biasa OKI.

Dia menduga, Israel dan PM Netanyahu risau dengan sikap Presiden Jokowi dan pemerintah Indonesia sehingga mereka berusaha mencari jalur lobi yang dipikir akan efektif melaluiwartawan-wartawan senior tersebut.

“Saya juga tidak mengerti bagaimana caranya mereka bisa masuk ke Israel sementara dua Menlu Indonesia yaitu, Marty Natalegawa dan Retno LP Marsudi ditolak Israel ketika hendak masuk ke Palestina oleh Israel. Mungkin karena menggunakan paspor hijau biasa, mereka masuk lewat Eropa dan baru keIsrael,” katanya.

Mahfudz menjelaskan bahwa jika dilihat pernyataan Netanyahu ketika bertemu dengan para wartawan senior Indonesia itu bahwa Israel akan memulai babak baru hubungan dengan Indonesia, artinya Israel menginginkan hubungan diplomatik baru dengan Indonesia.

Menurut dia, kalau seperti itu maksudnya maka jelas harus ditolak karena konstitusi kita jelas menolak segala bentuk penjajahan.

Sebelumnya dalam laman resmi kementerian luar negeri Israeldiberitakan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Senin (28/3/2016) bertemu delegasi wartawan-wartawan senior Indonesia yang datang ke Israel atas undangan dan inisiatif kemenlu Israel.

“Saat ini sudah saatnya untuk membangun hubungan resmi antara Indonesia dan Israel. Kita memiliki banyak kesempatan untuk bekerja sama di bidang teknologi air dan lapangan,” ujar Netanyahu. (Antara)

sumber : tarbiyah.net | islamedia.id | tribunnews.com

Komentar

Komentar

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *