Press "Enter" to skip to content

Menteri Pendidikan Berencana Terapkan Sekolah Lima Hari dan Pelajaran Agama Dihapus

Beginilah Indonesia, setiap pergantian menteri pendidikan, ada-ada saja kebijakan ekstrim yang dibuat sehingga merombak seluruh kebiasaan sekolah yang telah berjalan berpuluh-puluh tahun lamanya. Baru-baru ini Menteri pendidikan Indonesia kembali menghebohkan jagat perbincangan dunia nyata maupun dunia maya.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy kembali mengeluarkan wacana yang mengagetkan anggota Komisi X DPR RI yaitu dihapuskannya pendidikan agama di sekolah. Ia beralasan nilai agama di rapor siswa akan diambil dari pendidikan di Madrasah Diniyah, masjid, Pura, atau gereja.

“Sekolah lima hari itu tidak sepenuhnya berada di sekolah. Guru dan siswa hanya berada di dalam kelas beberapa jam. Selebihnya di luar kelas atau sekolah,” kata Menteri Muhadjir dalam Rapat Kerja Komisi X DPR RI, Selasa (13/6).

Menteri Pendidikan Berencana Menerapkan Sekolah Lima Hari, Pelajaran Agama Dihapus

Untuk pendidikan agama, lanjutnya, masing-masing sekolah bisa mengajak siswa belajar di masjid, pura, dan gereja. Atau bisa juga, guru-guru di TPA atau Madrasah Diniyah, datang ke sekolah memberikan pelajaran agama.

“Kalau sudah dapat pelajaran agama di luar kelas, otomatis siswa tidak perlu lagi dapat pendidikan agama di dalam kelas. Nanti, akan kami atur teknisnya, agar pendidikan agama yang didapat di luar kelas atau sekolah itu disinkronkan dengan kurikulum,” beber Muhadjir.

Dengan sinkronisasi itu, pelajaran agama yang diberikan pengajar luar bisa sesuai. Pengajar ini juga berhak memberikan nilai agama kepada para siswa

Komentar

Komentar

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *