Press "Enter" to skip to content

Masih Ingat Afi Nihaya? Sempat Populer Karena Statusnya, Sekarang Dia Alami Hal ini

Salah satu pola internet adalah, viral hanya bertahan sementara, dan itu terus terjadi. Betapa banyak tokoh dari berbagai daerah yang pernah viral melalui intenet namun hanya tereskpose sebentar.

Publik tentunya masih ingat remaja gadis yang satu ini.

Siapa lagi kalau bukan Aya Firda Inayah atau yang biasa dipanggil Afi Nihaya Faradisa.

Dia sempat menjadi perbincangan dan mendapat hujatan karena dituding melakukan plagiarisme.

Padahal, sebelum ada indikasi plagiarisme pada tulisannya, Afi begitu dipuji-puji banyak pihak.

Sebut saja Bupati Banyuwangi, Azwar Anas, hingga Rektor Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang.

Selain itu, Afi juga pernah menjadi pembicara di panggung car free day Jakarta bersama Menkominfo Rudiantara.

Yang paling bikin heboh adalah Afi Afi Nihaya Faradisa sempat diundang oleh Presiden Joko Widodo.

Sayangnya, kebanggaan yang dirasakan Afi tidak berlangsung lama. Para pengguna media sosial menyodorkan bukti-bukti bahwa beberapa tulisan Afi diduga menjiplak tulisan orang lain.

Masih Ingat Afi Nihaya? Dulu Terkenal karena Kontroversinya, Kasihan, Sekarang Dia Alami Hal ini

Awalnya gadis berkerudung itu mengelak telah melakukan plagiarisme.

Namun pada akhirnya ia mengakui ada satu tulisannya yang diambil dari sumber tanpa menyertakan dari mana sumber tersebut.

Ya, ia hanya mengakui satu tulisan. Para netizen kemudian menemukan tulisan Afi lainnya yang dianggap mirip dengan tulisan orang lain.

Afi juga sempat minta maaf lewat sosial media Instagram miliknya.

Ia mengakui telah mengutif sebagian paragraf tulisan milik orang lain.

“Ini adalah permintaan maaf saya, Afi Nihaya Faradisa, pada semua pihak yang merasa dirugikan atas perbuatan saya yang telah mengutip beberapa paragraf untuk dijadikan status tanpa mencantumkan sumber. Dengan ini saya mohon maaf sebesar-besarnya.

Benar, saya mencatut atau mengopas beberapa paragraf dari tulisan di akun Mita Handayani dengan menambahkan sendiri beberapa paragraf yang berisi gagasan pribadi, kemudian mempostingnya kembali di akun saya dengan judul “Belas Kasih dalam Agama Kita” pada bulan Mei lalu (dan sampai sekarang tulisan tersebut masih bisa dilihat pada akun saya).

Saya mengakui hal tersebut sebagai sebuah kesalahan.”

Selain tulisan di atas, ada juga permintaan maaf Afi yang tertuang dalam sebuah video.

Dalam video yang berdurasi 4.51 menit itu, Afi berucap menggunakan bahasa Inggris.

Namun bukannya peduli, netizen malah balik menyerang Afi Nihaya.

Usut punya usut, ternyata kata-kata dalam video permintaan maaf Afi Nihaya itu  mirip dengan video yang dibuat seorang perempuan bernama Catherine Olek.

Catherine Olek mengunggah curhatan emosional tentang kemarahannya pada netizen yang mem-bully Amanda Todd hingga remaja tersebut bunuh diri. Video tersebut dibuat pada tahun 2012.

Tak disangka, aksi yang diduga plagiat ini diketahui oleh Catherine Olek.

Lewat sebuah video, Olek menyampaikan kesannya terhadap Afi.

Kendati videonya telah diritu, tapi Olek meminta pengguna internet agar tidak mem-bully Afi Nihaya.

Usai ramainya dugaan plagiarisme pada video permintaan maaf, nama Afi Nihaya seolah menghilang.

Para pengguna media sosial pun tak ada lagi yang membicarakan dia.

Berdasarkan penelusuran TribunJabar.co.id di akun jejaring Facebook Afi, ternyata gadis berkerudung itu masih aktif menggunakan media sosial.

Afi masih sering menuangkan pemikirannya lewat tulisan-tulisan yang kemudian dibagikan di Facebook-nya.

Melihat unggahan Afi pada 10 Desember 2017, sepertinya gadis asal Banyuwangi ini sedang tidak sehat.

Ia menceritakan bagaimana kondisinya yang terjangkit beberapa penyakit. Mulai dari batuk, flu berat, hingga perut kram jelang datang bulan.

Afi juga menjelaskan bahwa ia akhir-akhir ini kerap sakit.

Berikut curhatan lengkapnya:

Perutku kram dan nyeri sekali hampir tiap menstruasi, batuk dan flu berat sejak kemarin, ah rasanya gak karuan. Kombinasi yang aduhai sekali. Saat aku sakit begini, sebenarnya ada banyak alasan untuk mengeluh. Aku hidup sendirian (benar-benar sendirian, kecuali saat kuliah dan bertemu teman-teman di kampus), orang tua sangat jauh, makan tidak makan urusanku sendiri, dan belakangan ini entah kenapa aku sering sakit-sakitan.

Aku juga lupa kapan terakhir kalinya minum obat. Jarang sekali pergi ke dokter. Obat tidaklah buruk, aku hanya tidak suka meminumnya. Jadi sembuhnya lama. Saat sakit begini berat sekali untuk berkonsentrasi. Jadi maaf jika tulisanku acak-acakan. Sebenarnya mau curhat saja biar lega.

Bagaimanapun salah seorang guruku berkata, “Sakit itu beda dengan menderita.  Sakit itu fisik sementara menderita itu mental. Kita bisa sakit dan menderita atau sakit namun tidak menderita.

Banyak orang sakit namun dimaknai secara tepat sehingga ia tidak menderita. Sementara sebaliknya, banyak orang yang tidak sakit namun hidupnya penuh keluhan sehingga penderitaan ada di dalam dirinya.

Rasa sakit itu cuma reaksi, adalah alarm alami bahwa ada yang tidak beres di dalam diri. Saat sakit, tubuh sebenarnya sedang berusaha kembali pada titik keseimbangannya. Percayai mekanisme penyembuhan tubuhmu yang luar biasa.”
Dan ya, aku masih sangat perlu belajar untuk tidak menderita.

Lanjut tidur ~”

Melihat kolom komentar unggahan Afi, banyak netizen yang memberikan doa agar ia cepat pulih.

sumber : http://jabar.tribunnews.com/2017/12/17/masih-ingat-afi-nihaya-dulu-terkenal-karena-kontroversinya-kasihan-sekarang-dia-alami-hal-ini?page=1

Komentar

Komentar

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *