Press "Enter" to skip to content

Kumpulan Foto Penangkapan Kaum Menyimpang (Gay) di Jakarta Utara

Seratus empat puluh satu pria yang berada di sebuah fasilitas sauna dan kebugaran kaum gay di Jakarta Utara terjaring razia yang dilakukan oleh Kepolisian Indonesia.

Kepolisian Indonesia menahan 141 pria dalam sebuah razia terhadap sebuah fasilitas sauna dan kebugaran kaum gay di Jakarta Utara. Juru bicara kepolisian Argo Yuwono mengatakan, mereka ditangkap untuk diinterogasi terkait aktivitas mereka di tempat tersebut. Polisi mengatakan, mereka diduga terlibat dalam pesta seks yang disebut The Wild One.

Homoseksualitas legal di Indonesia. Namun polisi mengatakan, mereka yang terlibat dalam kegiatan itu telah melanggar UU Por nografi.

Polisi mengatakan, 10 di antara para pria yang tertangkap itu akan dikenai dakwaan. Mereka termasuk pemilik fasilitas tersebut dan beberapa stafnya – seperti pelatih kebugaran, penjaga keamanan dan resepsionis – serta dua pengunjung yang tertangkap basah sedang melakukan hubungan intim. Jika terbukti bersalah, para terdakwa bisa dikenai hukuman penjara maksimal 10 tahun dan denda.

Kumpulan Foto Penangkapan Kaum Menyimpang (Gay) di Jakarta Utara

Sewaktu wartawan menunggu konferensi pers, Senin (22/5), beberapa di antara mereka yang ditangkap dipertontonkan meski identitas mereka disembunyikan dengan penutup wajah berwarna hitam. Ricky Gunawan, seorang pengacara dari Lembaga Bantuan Hukum mengatakan, sedikitnya lima orang yang ditangkap warga negara asing dari Malaysia, Singapura dan Inggris.

Sebuah koalisi kelompok bantuan hukum dan reformasi pengadilan kriminal mengecam razia dan penangkapan tersebut. Mereka menyatakan polisi melanggar hak mereka yang ditangkap karena membiarkan mereka difoto dan hasil jepretannya disebarkan di media sosial. Koalisi itu mengatakan, sebagian mereka yang ditangkap dibawa ke kantor polisi dalam keadaan telanjang, sementara lainnya dipaksa ditelanjangi di kantor polisi.

Kumpulan Foto Penangkapan Kaum Menyimpang (Gay) di Jakarta Utara

Ini bukan kali pertama razia terhadap kaum gay terjadi di Indonesia. Bulan lalu, di Surabaya, polisi menangkap 14 pria karena diduga berpartisipasi dalam sebuah pesta seks. Mereka yang ditangkap dipaksa menjalani tes HIV.

Komunitas Gay di Jakarta Terjadi karena Ada Pembiaran

Kumpulan Foto Penangkapan Kaum Menyimpang (Gay) di Jakarta Utara

Pengamat Sosial menilai ada sejumlah faktor individu bisa menjadi seorang LGBT dan masuk dalam sebuah komunitas. Salah satunya kurangnya perhatian masyarakat dalam menangani LGBT.

Pengamat Sosial Musni Umar mengatakan, semua pihak yang berkecimpung dalam dunia LGBT, baik itu pelaku LGBT maupun bukan, disarankan untuk tidak menyebarkan paham LGBT di masyarakat. Sebab, paham LGBT itu bertentangan dengan Pancasila, nilai budaya, nilai keagamaan, dan nilai adat yang ada masyarakat Indonesia.

“Paham yang bertentangan dengan nilai yang ada di masyarakat itu, tentu juga akan dihadapkan dengan aparat. Saya pun menentang adanya paham tersebut yang kini sudah mulai berkembang penyebarannya di kampus-kampus terkemuka,”

Kumpulan Foto Penangkapan Kaum Menyimpang (Gay) di Jakarta Utara

Menurutnya, paham LGBT itu bisa membuat generasi muda Indonesia menjadi rusak dengan adanya ide-ide tentang free sex dan berhubungan sesama jenis. Pasalnya, paham LGBT itu akan membuat pemikiran masyarakat bergeser dengan tidak lagi menjunjung nilai agama, adat, moralitas, akhlak, dan budaya yang ada di Indonesia ini.

“Maka itu, kaum muda Indonesia pun jangan langsung mengamini saja tentang laham LGBT itu karena pedoman kita dalam berbangsa dan bernegara itu Pancasila,” tuturnya.

Dia menerangkan, terbangunnya komunitas LGBT itu dicurigai memiliki kepentingan, baik dari sisi ekonomi, sosial, dan budaya. Seseorang menjadi LGBT pun karena adanya ajakan dari sesama LGBT untuk menjalani hidup senasib sepenanggungan.

“Sedang pemerintah kita tak memiliki perhatian terhadap LGBT sehingga terjadi pembiaran dan perkembangan. Sedang komunitas itu, akhirnya memiliki alasan melakukan kampanye LGBT dan mengumpulkan dana serta menyebarkan pahamnya kembali,” katanya.

Dia menerangkan, ada pula LGBT itu terjadi karena adanya kelainan biologis, sedang pemerintah tak juga memperhatikan orang-orang dengan kelainan biologis itu dan memberikan solusinya. Meski awalnya komunitas itu kecil, kurangnya perhatian pemerintah membuat komunitas menjadi besar.

“Kelainan itu yang harus disembuhkan, baik secara fisik maupun nonfisik sehingga mereka menjadi normal,” jelasnya.

Komentar

Komentar

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *